Dampak Bila Korea Utara Melakukan Perang Dengan Amerika Serikat

December 05, 2017

IDBGroup - Belum ada yang tau perseteruan antara 2 (dua) pemimpin negara ini, yaitu Kim Jong-un dan Donald Trump. Seperti yang diberitakan selama ini, bahwa kedua pemimpin negara saat ini telah menunggu saat - saat yang tepat untuk meluncurkan serangan. Kabar berita yang terbaru ialah Kim Jong-un telah menembakan rudal Hwasong - 15 yang diklaim Korea Utara (korut) sebagai rudal yang dapat mencapai darartan Amerika Serikat.

Rusia sebagai negara netral telah meminta kepada kedua pemimpin negara tersebut untuk segera bertemu dan melakukan dialog agar peperangan ini tidak terjadi. Tetapi sampai ini Kim Jong-un dan Donald Trump masih bersikeras kepala dan tidak ingin melakukan dialog untuk menunjukkan kata damai.

Donald Trump selalu meminta kepada PBB untuk menjatuhkan sanksi berat kepada Korea Utara (korut) karena selalu melakukan uji coba nuklir dan pembuatan rudal baru yang mempunyai daya ledak nuklir. Pada 4 Desember lalu, awak kapal Cathay Pacific mengatakan mereka menyaksikan ledakan rudal Hwasong - 15 dan meledak di dekat mereka saat mengudara seperti yanng dilaporkan oleh South China Morning Post.

Agen BandarQ - Sedangkan Kim Jong-un merasa negaranya diberikan tekanan oleh Amerika Serikat dan menganggap Donald Trump mengemis untuk melakukan perang dengan Korea Utara (korut). Menurut media korut latihan perang Amerikan Serikat dan Korea Selatan (korsel) di semaenanjung Korea bertujuan untuk memprovokasi perang.


Banyak orang yang bertanya - tanya dampak apa yang terjadi bila kedua negara ini melakukan perang nuklir antara Korea Utara dan Amerika serikat?

Seperti yang diketahui bahwa pada perang Korea tahun 1950 sampai 1953 telah merenggut lebih dari 2,7 juta orang Korea bersama dengan 33.000 orang Amerika Serikat dan 800.000 orang China. Jika peperangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat kembali terjadi sudah dipastikan bahwa jumlah orang yang tewas diperkirakan akan meningkat akibat perang nuklir.

Peperangan tidak hanya akan melibatkan 2 negara, tetapi juga melibatkan negara yang dianggap sekutu. Amerika Serikat sendiri sudah membangun sebuah aliansi di beberapa negara Asia seperti Thailand, Singapore dan Filipina dengan tujuan utnuk sama - sama mengancam Korea Utara. Presiden Donald Trump juga saat ini sedang melakukan pendekatan dengan negara tirai Bambu, China yang merupakan sekutu dari Korea Utara. Tujuan Presiden Donald Trump mendekati China agar menghentikan Korea Utara mengancam dunia dengan senjata nuklir ciptaannya.

Sementara Korut sendiri mengatakan bahwa mereka mengembakan senjata nuklir sebagai bentuk dari bentuk pertahanan diri. Terlebih AS telah melakukan serangan rudal ke Suriah sebagai balasan serangan senjata kimia yang menewaskan puluhan warga sipil di negara tersebut.

Semoga masalah ini segera terselesaikan dan kedua pemimpin negara sudah mendinginkan kepala agar perang tidak terjadi.

Baca juga : Peluang Bisnis Tanpa Modal IDBGroup

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔