Senjata Kiamat Rusia Dengan Hipersonik Status-6

February 04, 2018
Roket bawah laut hipersonik yang mempunyai kekuatan ledak nuklir yang tengah dikembangkan oleh Rusia tengah menjadi sorotan dunia setelah Amerika Serikat (AS) untuk ekspansi kemampuan senjata nuklirnya. Senjata tersebut mendapatkan julukan sebagai "Status-6" dan pakar militer mengatakan bahwa senjata tersebut merupakan senjata kiamat.


Senjata tersebut seharusnya dirahasiakan oleh anggota militer Moskow tersebut memiliki nama resmi yaitu Oceanic Multipuprose System Status-6 ini kembali lagi menjadi soroton setelah disinggung kembali dalam dokumen Nuclear Posture Review (NPR) pemerintah Presiden Trump yang resmi dirilis hari Jumat. Sejumlah laporan tersebut mengatakan bahwa torpedo tersebut membawa bom yang mempunyai kekuatan sebesar 100 megaton.

"Radius yang dapat dihancurkan oleh senjata penghancur tersebut cukup besar sebenarnya." kata Edward Geist, seorang spesialis Rusia di Rand Corporation yang telah menghabiskan waktunnya untuk menganalisa senjata tersebut. "Sangat sulit dibayangkan dalam hal normal." katanya.

Rancangan pembuatan senjata "Status-6" ini telah bocor untuk pertama kali pada tahun 2015. Salah satu statsiun TV pemerintah secara tidak sengaja membocorkan hal tersebut. Hal itu terjadi saat Presiden Vladimir Putin sedang melakukan kunjungan bersama dengan para jendralnya di Kota Sochu.

Dalam kunjungan itulah, kamera stasiun televise pemerintah Rusia berhasil mendapatkan gambar rencangan yang dipegang seorang jendral yang duduk di meja panjang. Rancangan itu ternyata gambar senjata nuklir baru yang mempunyai julukan sebagai Oceanic Multipurpose System Status-6.

Status-6 mempunyai rangka sekitar sepertiga panjanga kapal selam Rusia yang berukuran besar. "Dengan kekuatan nuklir yang dimiliki maka torpedo tersebut dalam berkeliaran selama berbulan - bulan hingga bertahun lamanya dibawah lautan tanpa harus ke permukaan." kata Geist.

Jika analisi yang dibuat oleh Geist benar maka kekuatan bom yang dibawa oleh torpedo Rusia tersebut lebih kuat dari bom atom pada Perang Dunia II dan lebih kuat daripada gudang persenjataan AS dan Rusia.

Status-6 akan ditembakan dari kapal selam Rusia. Torpedo ini akan menembak pada kedalam yang terlalu dalam dan melakukan perjalanan sejauh ribuan mil. Setelah mencapai target, misalamnya sepanjangan garis pantai AS, torpedo tersebut akan meledakan muatannya dan menelan kota manapun yang didekatnya.

"Satu - satunya target AS yang mungkin adalah kota pelabuhan besar." kata Mark Schneider, seorang analis senior Nationl Institute for Public Policy, yang mneuliskan analisisnya dalam sebuah e-mail.

”Peledakan Status-6 pada dasarnya akan menghancurkan penduduk target hingga ke daerah pinggiran yang jauh,” lanjut dia.

”Peledakan tersebut akan menyebabkan jumlah radioaktif yang sangat besar,” imbuh Pavel Podvig, seorang ahli kontrol senjata yang mengelola sebuah blog bernama Russian Strategic Nuclear Forces.

Podvig percaya bahwa senjata tersebut berpotensi membasmi seluruh Koridor Timur Laut dalam jelaga radioaktif.


“Status-6” juga diduga akan digunakan sebagai senjata ”penyerang ketiga” dari upaya terakhir. Jika Rusia diserang dari AS dan tidak dapat membalas dengan misilnya, menurut Podvig, hal itu dapat memicu “Status-6”, sebuah mesin kiamat atau senjata kiamat.

”Gambar drone ini lebih mirip gambar torpedo yang lebih besar," kata Podvig. Dengan kata lain, sepertinya orang Rusia mungkin baru saja mengambil beberapa klip seni torpedo, menghancurkannya sampai sangat mengerikan dan kemudian menyiarkannya di televisi pemerintah.

Mengapa hal itu dilakukan media Rusia?. ”Ini cara untuk menarik perhatian kita,” imbuh Geist.
Geist mengatakan, bocoran rancangan “Status-6” sebenarnya disengaja. Rusia khawatir bahwa pertahanan rudal AS mungkin bisa menembak jatuh misilnya dalam perang nuklir.

Dengan menunjukkan sebuah rencana untuk “Status-6”, Rusia memperingatkan AS bahwa jika terus membangun sistem pertahanan semacam itu, maka Rusia akan menemukan cara lain untuk menyerang, dengan rudal yang tidak dapat dicegat.

”Apa yang saya baca tentang keseluruhan slide Status-6 adalah bahwa Rusia berusaha mengirimkan pesan kepada kami,” kata Geist, seperti dikutip National Public Radio, Sabtu (3/2/2018).

Podvig setuju bahwa bocoran “Status-6” mungkin hanya “tembakan” peringatan. Namun fakta bahwa dalam laporan terbaru Pentagon tentang senjata nuklir menunjukkan bahwa beberapa perencana perang menganggap gagasan Moskow itu serius.

Kunjungi juga : Situs Poker Indonesia

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔